Perawatan Kulit Dan Cara Menghilangkan Jerawat

Perawatan Kulit Dan Cara Menghilangkan Jerawat - Jerawat mempengaruhi sekitar 90% dari orang di seluruh dunia, baik selama masa remaja atau kehidupan dewasa mereka. Meskipun dimiliki oleh banyak orang, jerapat dapat membuat kita merasa tidak nyaman. Pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana cara menghilangkan jerawat?

Pengobatan untuk menghilangkan jerawat pada umumnya berhasil dengan baik. Kebanyakan orang berharap jerawat mereka akan hilang dalam waktu enam sampai delapan minggu. Namun, timbulnya suar atau jaringan parut merupakan kondisi yang mungkin memerlukan pengobatan dan perawatan tambahan. Jaringan parut yang terjadi akibat jerawat dapat menyebabkan tekanan emosional. Pengobatan yang tepat dapat membantu mencegah terjadinya jaringan parut.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami penyebab timbulnya jerawat. Kemudian langkah berikutnya adalah mengatasi penyebab tersebut dengan produk perawatan kulit topikal, diet, pil hormon atau obat. Dapat juga dengan meningkatkan kondisi kesehatan kulit, misalnya dengan minum lebih banyak air putih atau mengganti kain lap wajah lebih sering. Jika merasa yakin, dapat juga dengan menggunakan obat herbal atau obat tradisional. Namun, untuk memilih penggunaan obat-obatan herbal atau tradisional untuk menghilangkan jerawat, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit. Artikel ini berisi banyak tips untuk mencegah jerawat.

Penyebab Jerawat





Jerawat adalah pori-pori tersumbat. Oleh karena itu, tergantung pada bagaimana Anda melihat masalah, jerawat biasanya disebabkan oleh:
  • pembukaan pori-pori yang tersumbat, baik oleh kotoran maupun lemak.
  • kelebihan produksi sebum (substansi dalam pori-pori).
  • kombinasi kedua faktor.

Mencegah Timbulnya Jerawat





Pada dasarnya sangat sulit untuk mencegah timbulnya jerawat. Namun, tidak ada salahnya melakukan berbagai upaya agar resiko timbulnya jerawat dapat dikurangi. Anda dapat mengambil beberapa langkah berikut untuk membantu mencegah jerawat setelah perawatan, antara lain:
  • mencuci wajah dua kali sehari dengan pembersih bebas minyak
  • menggunakan krim jerawat over-the-counter untuk menghilangkan minyak berlebih
  • menghindari makeup yang mengandung minyak
  • membersihkan kulit secara menyeluruh sebelum tidur, termasuk menghapus makeup
  • mandi setelah berolahraga
  • menghindari pakaian ketat

Cara Mengatasi Pori-pori Tersumbat





Gunakan pembersih wajah yang cocok, konsultasikan hal ini dengan dokter kulit. Jika setelah mencuci kulit wajah setiap pagi dan malam hari, tetapi pori-pori masih tersumbat, kemungkinan Anda tidak menggunakan metode atau produk yang tepat.

Ironisnya, beberapa produk pembersih wajah justru mengandung bahan yang dapat mengakibatkan iritasi pada lapisan kulit. Minyak mineral adalah salah satu bahan yang biasanya dihindari. Hal tersebut disebabkan minyak mineral merupakan produk minyak bumi yang sering dianggap berbahaya. Selain itu, minyak mineral juga dapat menyumbat pori-pori. Namun, minyak mineral tidak sama dengan makeup mineral, yang sebenarnya baik untuk kulit, sehingga makeup mineral justru lebih disarankan.

Hindari produk yang mengandung parfum dan pewarna buatan. Bahan-bahan alami juga banyak yang memiliki manfaat dan khasiat ampuh untuk perawatan kulit dan tidak menyebabkan iritasi. Namun, jika Anda lebih memilih produk-produk konvensional, sebaiknya carilah yang berlabel hypoallergenic.

Perhatikan Jenis Kulit

Pastikan untuk menggunakan pembersih wajah yang dirancang untuk jenis kulit Anda. Jika produk pembersih wajah yang digunakan terlalu ringan, maka tidak akan signifikan untuk menghapus minyak dan kotoran. Namun, jika produk yang digunakan terlalu kuat, maka akan menghilangka minyak alami yang terdapat pada kulit.

Berusahalah untuk selalu mengencangkan pori-pori kulit. Caranya, cuci wajah dengan air hangat untuk membuka pori-pori. Setelah itu, bilaslah menggunakan air dingin. Pembilasan dengan air dingin akan mengecilkan pori-pori kulit, sehingga dapat mengurangi paparan debu atau kotoran dari lingkungan. Lanjutkan dengan menggunakan toner untuk menghilangkan sisa kotoran, minyak, atau makeup. Toner juga dapat membantu mengencangkan pori-pori kulit.

Cara Mengangkat Sel Kulit Mati

Sel kulit mati dapat menyumbat pori-pori kulit, sehingga berpotensi menimbulkan jerawat. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengangkat sel kulit mati pada wajah.

  • Gunakan kain lap wajah yang besar dan lembut, namun hindari menggunakan pelembut kain. Pelembut kain biasanya meninggalkan lapisan bahan kimia. Gunakan kain lap wajah yang segar dan bersih, bila perlu, gantilah setiap hari. Hal ini bertujuan untuk menghindari atau mengurangi resiko penyebaran bakteri.
  • Jika kulit tidak terlalu kering (dry/extra dry), gunakanlah produk pembersih wajah berbahan asam salisilat atau benzoyl peroxide. Asam salisilat akan membantu mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori kulit. Selain itu, juga dapat digunakan untuk melawan bakteri yang mengakibatkan peradangan. Benzoyl peroxide juga dapat memberikan efek yang sama, seperti asam salisilat. Namun, hindari benzoyl peroxide untuk pemutih rambut. Jika Anda memiliki kulit kering, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum menggunakan produk ini.
  • Masker yang mengandung sulfur sangat efektif terhadap jerawat. Sulfur dengan cepat akan menyusutkan jerawat dan menyerap minyak untuk mencegah jerawat di kemudian hari.

Cara Mengatasi Produksi Sebum

Jerawat disebabkan oleh kelebihan sebum. Sebum adalah zat lemak yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous, yang melekat pada folikel rambut. Sebum terbuat dari lilin dan lemak, berperan untuk menjaga rambut dan kulit dari air. Namun, jika produksi sebum terlalu banyak, maka sebum dapat menyumbat pori-pori.

Usahakan untuk memperbaiki diet. Konsumsi protein tanpa lemak serta buah-buahan dan sayuran segar dapat membantu mengurangi sebum dan membuat kulit menjadi lebih bersih. Beberapa jenis nutrisi yang dapat membantu usaha menghilangkan jerawat antara lain:
  • Selenium membantu mengurangi peradangan dan menjaga kulit tetap elastis. Kacang Brazil merupakan sumber selenium yang baik. Anda dapat meningkatkan fungsi selenium dengan vitamin A dari wortel, ubi jalar, labu atau paprika. Vitamin A dapat membantu peningkatan pergantian sel kulit.
  • Asam lemak Omega-3 juga dapat mengurangi peradangan. Biji rami, biji kenari, telur dan minyak ikan merupakan merupakan sumber asam lemak Omega-3.
  • Zinc dapat membantu mencegah jerawat dengan menjaga kadar testosteron. Kacang-kacangan dan ikan merupakan bahan makanan yang kaya akan kandungan Zinc.
  • Vitamin E dapat membantu memperbaiki kulit setelah jerawat muncul. Beberapa sumber E Vitamin alami antara lain telur, sayuran berdaun hijau dan almond.
  • Vitamin C berfungsi untuk memperkuat dinding sel. Hal ini dapat mengurangi timbulnya jaringan parut dari jerawat. Lemon, jeruk keprok, stroberi, cabai, dan jambu biji merupakan sumber vitamin C yang baik.

Wanita dapat dengan cepat mengurangi atau menghilangkan jerawat dengan mengkonsumsi pil KB. Bagaimana Pil KB bisa berkerja untuk menghilangkan jerawat? Pil KB berperan dalam menjaga dosis estrogen tetap stabil pada tingkat yang membantu menjaga kulit tetap sehat. Fluktuasi siklus kadar estrogen berkontribusi terutama pada jerawat pramenstruasi. Ketika estrogen rendah, testosteron secara tiba-tiba akan berada dalam konsentrasi yang relatif tinggi, sehingga dapat memicu timbulnya jerawat. Beberapa wanita mendapatkan jerawat selama menopause karena alasan yang sama.

Perawatan Medis Untuk Menghilangkan Jerawat

Dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur tambahan untuk mengobati jerawat yang parah dan mencegah terjadinya jaringan parut. Banyak diantaranya yang memilih pengobatan atau perawatan ini dengan cara menghilangkan sel kulit yang sudah rusak. Beberapa perawatan medis yang dapat dilakukan antara lain:
  • Terapi photodynamic: juga dikenal sebagai perawatan laser, menggunakan pulsa cahaya untuk menghilangkan lapisan atas kulit.
  • Dermabrasi: menghilangkan lapisan atas kulit dengan mengelupas menggunakan sikat lembut yang berputar sangat cepat.
  • Peel kimia: perawatan ini dilakukan dengan membakar lapisan atas kulit menggunakan bahan kimia.
Dokter kemungkinan juga akan menyarankan untuk menggunakan suntikan kortison jika jerawat terdiri dari kista besar. Cortisone adalah steroid alami yang diproduksi oleh tubuh. Hal ini dapat mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.

Tips Tambahan Untuk Menghilangkan Jerawat

  • Ganti sarung bantal beberapa kali per minggu. Mengganti sarung bantal akan memastikan Anda tidur di tempat yang bersih.
  • Hindari menyentuh wajah dan jangan meletakkan gagang telepon atau handphone di wajah.
  • Perbanyaklah minum air putih, sehingga akan menjaga kesegaran dan kelembaban kulit.
  • Olahraga rutin untuk mengurangi stres.
  • Jauhkan rambut dari wajah. Jika panjang, sebaiknya selalu diikat terutama saat sedang tidur.
  • Minumlah multivitamin, dan konsultasikan dengan dokter.
  • Jika memakai make-up, pilih produk dengan sangat hati-hati. Makeup mineral merupakan pilihan terbaik. Secara alami akan melindungi kulit dari sinar matahari dan tidak menyumbat pori-pori.

Perubahan Gaya Hidup Merupakan Faktor Penting Untuk Menghilangkan Jerawat

Banyak orang mengalami jerawat ringan atau jerawat yang muncul hanya sesekali dapat mengelola kondisi mereka dengan penyesuaian gaya hidup. Minyak merupakan penyebab utama jerawat, oleh karena itu, menjaga wajah agar tetap bersih sehingga tidak berminyak adalah hal yang sangat penting. Usahakan agar rambut tidak menempel di permukaan kulit wajah, karena rambut biasanya mengandung minyak, yang berpotensi menyumbat pori-pori kulit. Cuci wajah Anda dua sampai tiga kali sehari dengan air hangat atau pembersih yang lembut yang tidak kasar. Hindari menggosok kulit dengan kuat, agar tidak memperburuk kondisi kulit akibat iritasi. Dan cobalah untuk tidak menggunakan produk perawatan kulit yang berpotensi menyebabkan iritasi, seperti lotion wangi atau makeup berbasis minyak. Carilah pelembab dan tabir surya yang berlabel "noncomedogenic", yang berarti produk tersebut tidak akan menyumbat pori-pori kulit. Jika rambut cenderung berminyak, usahakan untuk secara rutin mengganti sarung bantal. Minyak yang menempel di rambut atau permukaan kulit akan berpindah ke tempat tidur, sehingga berpotensi menularkan atau membentuk jerawat baru.

Menggunakan Obat Topikal

Obat topikal adalah obat-obatan yang diguanakan secara lokal dengan mengoleskan pada permukaan kulit. Biasanya obat-obatan yang digunakan untuk menghilangkan jerawat adalah obat-obatan over-the-counter (OTC) atau formula resep yang lebih kuat. Lotion, gel, dan krim adalah contoh obat topikal. Produk obat-obatan OTC biasanya mengandung salah satu dari dua bahan aktif, yaitu asam salisilat atau benzoyl peroxide. Zat-zat kimia ini mengurangi jumlah minyak yang dihasilkan oleh tubuh dan melawan peradangan. Kedua bahan aktif tersebut juga membantu menyembuhkan noda bekas jerawat dan mencegah pembentukan jerawat baru. Biasanya obat topikal ini dioleskan tipis pada permukaan kulit setiap pagi dan malam hari menjelang tidur (setelah mencuci wajah). Obat topikal dengan formulasi lebih kuat dapat membantu memperbaiki kulit ketika produk OTC tidak cukup kuat untuk menyembuhkan jerawat. Formula resep yang dapat diterapkan misalnya krim yang mengandung tretinoin, obat retinoid yang berasal dari vitamin A, versi yang lebih kuat dari benzoil peroksida, atau antibiotik yang disebut klindamisin. Formulasi ini memiliki khasiat yang lebih baik untuk membunuh bakteri pada jerawat sedang hingga berat. Seperti halnya obat-obatan OTC, biasanya formulasi resep juga diberikan dua kali sehari.

Menggunakan Obat Oral Untuk Jerawat Membandel

Obat-obatan oral, juga disebut dengan obat sistemik, dan hanya tersedia dengan resep dokter. Obat-obatan tersebut biasanya digunakan untuk mengobati jerawat yang tidak berespon terhadap terapi topikal. Ketiga jenis obat oral yang biasa digunakan untuk menghilangkan jerawat parah adalah:

  • Antibiotik. Minum pil antibiotik, seperti tetrasiklin, dapat membantu melawan bakteri dan infeksi. Antibiotik pada umumnya digunakan bersama dengan obat topikal apabila gel dan krim topikal tidak memperbaiki kondisi.
  • Pil KB. Mengatur kadar hormon dapat meningkatkan jerawat bagi beberapa wanita, tapi tidak selama kehamilan. Jika sedang hamil, konsultasikan pada dokter apakah Anda bisa menggunakan pil KB untuk menghilangkan jerawat.
  • Isotretinoin. Merupakan obat yang sangat kuat dalam golongan retinoid. Obat ini biasanya diperuntukkan bagi orang-orang dengan jerawat kistik parah. Efek samping menggunakan obat ini bisa serius, sehingga isotretinoin tidak sesuai untuk semua orang. Dokter biasanya akan memberikan resep itu sebagai pilihan pengobatan terakhir.
Orang yang mememiliki jerawat membandel biasanya akan menggunakan obat oral setiap hari selama beberapa bulan. Ingat, dosis dan frekuensi minum obat oral ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dokter. Selain itu, penggunaan obat topikal dan perubahan gaya hidup yang telah diterapkan juga harus terus dilakukan.

Prosedur untuk Mengobati Jerawat

Meskipun tidak diresepkan sebagai obat umum, namun prosedur medis ada kalanya digunakan untuk mengobati jerawat parah. Dokter mungkin akan melakukan ekstraksi, secara manual akan mengeluarkan cairan dan bahan di dalam kista besar di bawah kulit. Terkadang juga harus menyuntikkan obat untuk mengurangi infeksi yang dapat menimbulkan jaringan parut dan mempercepat penyembuhan. Terapi laser juga dapat membantu dalam mengatasi infeksi jerawat. Cahaya membantu mengurangi jumlah bakteri pada kulit. Kedua prosedur terapi tersebut, laser dan ekstraksi, biasanya dilakukan di ruang praktek dokter. Prosedur lainnya, seperti chemical peeling dan microdermabrasion, untuk menghilangkan lapisan atas kulit. Dalam prosesnya, whiteheads dan komedo juga dapat hilang. Namun, perawatan ini dapat menimbulkan efek samping, rasa sakit dan menyebabkan jaringan parut. Selain itu, prosedur ini juga relatif mahal, sebaiknya tanyakan dulu berapa biaya yang harus di keluarkan.

Cara Menghilangkan Jerawat Selama Kehamilan

Perubahan hormonal yang normal yang datang dengan kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada kulit. Wanita hamil yang memiliki jerawat tidak dianjurkan menggunakan obat-obatan seperti pada umumnya. Beberapa obat yang digunakan untuk menghilangkan jerawat belum tentu diketahui resiko atau efek sampingnya terhadap perkembangan bayi. Namun, produk dengan benzoil peroksida tergolong aman jika digunakan pada masa kehamilan. Retinoid topikal tergolong dalam kategori C untuk kehamilan, yang berarti bahwa sebagian obat tersebut akan melewati plasenta. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk ini. Sedangkan Tetrasiklin dan isotretinoin berpotensi membahayakan janin. Jangan menggunakan obat tersebut selama kehamilan. Tetrasiklin dapat menyebabkan gigi bayi untuk berubah warna. Sedangkan Isotretinoin telah dapat mengakibatkan cacat lahir.

Pengobatan Alternatif

Sebagian orang memilih untuk menggunakan pengobatan alternatif atau alami, di samping metode konvensional. Pengobatan alternatif yang dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat antara lain:
  • lotion yang mengandung minyak pohon teh
  • produk dengan alpha hydroxy acids
  • suplemen zinc

Pengobatan alternatif tidak selalu identik dengan obat tradisional. Diskusikan terapi alternatif dengan dokter sebelum memilih menggunakannya.

Efek Samping Yang Kemungkinan Timbul Dalam Upaya Menghilangkan Jerawat

Efek samping yang kemungkinan timbul selama melakukan upaya pengobatan jerawat bervariasi, tergantung pada metode yang dipilih dan kekuatan obat. Efek samping yang paling umum untuk obat jerawat topikal adalah kekeringan dan iritasi pada kulit. Untungnya, gejala ini bersifat sementara. Namun, jika kulit terasa gatal, luka bakar, atau kulit berat, maka beritahukan pada dokter mengenai hal tersebut. Efek samping potensial untuk obat-obatan oral dapat lebih serius. Antibiotik dapat mengakibatkan sakit perut atau pusing.

Jika Anda menggunakan pil KB untuk menghilangkan jerawat, sebaiknya harus mewaspadai efek samping dari kontrasepsi oral, seperti peningkatan risiko pembekuan darah dan tekanan darah tinggi.

Isotretinoin sangat efektif dalam mengobati jerawat. The American Academy of Dermatology memperkirakan bahwa 85 persen dari orang-orang yang menggunakan obat ini terlihat mengalami kemajuan dalam kondisi kulit mereka. Namun, efek samping dapat berbahaya, terutama jika pada wanita hamil. Cacat lahir parah telah dilaporkan terhadap bayi yang ibunya menggunakan isotretinoin selama kehamilan. Obat tersebut juga dapat meningkatkan risiko depresi dan pikiran untuk bunuh diri. Selain itu, kadar kolesterol dan fungsi hati juga dapat terpengaruh.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan penelitian medis canggih yang dilakukan pada cara-cara baru untuk melawan infeksi, maka jerawat dapat ditangani dan diobati. Mulailah setidaknya dengan pengobatan invasif (over-the-counter produk), dan jika kondisi kulit tidak membaik karena jerawat membandel atau bahkan semakin parah, maka konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.

Referensi:
http://www.acnetreatment.net/getting-rid-of-acne-the-ultimate-guide
http://www.healthline.com/health/acne-treatment
http://www.healthline.com/symptom/acne

2 komentar:

  1. CARA MENGHILANGKAN JERAWAT DENGAN OBAT ALAMI26 Oktober 2014 pukul 00.44

    Jerawat memang menyerang hampir setiap orang, tidak peduli pria maupun wanita. Tetapi biasanya kondisi ini terjadi pada remaja dan orang dewasa. Memang banyak sekali upaya-upaya medis yang dapat dilakukan untuk menghilangkan jerawat. Tetapi secara pribadi, saya lebih suka dengan pengobatan-pengobatan alami. Meskipun tidak bekerja secara cepat, namun obat-obatan alami cenderung tidak memberikan efek samping, terutama bagi kesehatan kita secara umum. Dalam artikel ini ada beberapa referensi tentang cara menghilangkan jerawat mengguakan bahan-bahan alami, seperti gadung tikus dan daun suruhan. Meskipun saya belum pernah mencoba mengaplikasikan kedua bahan tersebut, karena memang saya tidak memiliki jerawat, tetapi pilihan menggunakan obat herbal menurut saya adalah cara yang paling sehat. Disamping memang dewasa ini masyarakat sedang berbondong-bondong untuk kembali menggunakan bahan-bahan alami. Terima kasih, artikelnya sangat bermanfaat, sekedar sharing saja menurut analisa dan logika saya. Mudah-mudahan ada rekan-rekan pembaca lain yang memiliki pengalaman lebih hebat dalam menghilangkan dan mengobati jerawat. Salam.

    BalasHapus
  2. terimakasih informasinya.. bermanfaat sekali..

    BalasHapus

Peringatan! Semua artikel pada blog ini tidak ditujukan untuk menganjurkan, merekomendasikan, atau mengajak Anda mengikuti apa yang tertera pada artikel. Artikel ini murni dibuat sebagai bahan kajian dan pengetahuan saja. Terima kasih atas pengertiannya.