Cara Menangani Dan Mendiagnosa Jerawat

Bagaimana cara menangani dan mendiagnosa jerawat? Jika seseorang memiliki gejala jerawat, dokter hanya dapat mengkonfirmasi diagnosis dengan memeriksa kulit pasien. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki jerawat membandel, segeralah pergi ke dokter kulit untuk mendapatkan diagnosa yang tepat terhadap kondisi kulit. Berikut ini beberapa penanganan yang dapat dilakukan terhadap jerawat.

Perawatan jerawat di Rumah
Anda dapat melakukan sejumlah aktivitas perawatan diri di rumah untuk mencegah dan membersihkan jerawat. Beberapa perawatan jerawat yang dapat dilakukan di rumah antara lain:
  • membersihkan kulit setiap hari dengan sabun ringan untuk menghilangkan minyak berlebih dan kotoran.
  • teratur keramas rambut dan menjaganya agar tidak menempel di wajah, misalnya mengikat rambut menggunakan karet.
  • tidak meremas atau menyentuh jerawat, karena hal ini menyebar bakteri dan minyak.
  • hindari menggunakan topi atau ikat kepala yang ketat.
  • jangan terlalu sering atau terbiasa menyentuh wajah, karena dapat memindahkan minyak atau kotoran dari tangan ke wajah.
  • menggunakan make-up yang berbasis air atau make-up dengan label sebagai "noncomedogenic" (tidak menyumbat pori).

Penggunaan obat jerawat




Jika aktivitas perawatan diri tidak membantu menghilangkan jerawat, ada beberapa obat over-the-counter yang dapat dipilih untuk menghilangkan jerawat. Sebagian besar obat-obat ini mengandung bahan-bahan yang dapat membantu membunuh bakteri atau menghilangkan kulit kering. Bahan aktif obat-obatan untuk jerawat meliputi:




  • benzoil peroksida: hadir dalam banyak krim dan gel jerawat , digunakan untuk mengeringkan jerawat yang ada dan mencegah timbulnya jerawat baru.
  • belerang: bahan alami dengan bau khas yang biasa ditemukan dalam lotion, pembersih, dan masker.
  • resorsinol: bahan yang tidak begitu umum yang digunakan untuk mengangkat sel kulit mati.
  • asam salisilat: biasanya terkandung dalam sabun untuk wajah berjerawat.




Kadang-kadang, seseorang mungkin terus mengalami gejala. Jika ini terjadi, segeralah ke dokter untuk mendapatkan nasehat dan petunjuk medis. Dokter dapat memberikan resep obat yang dapat membantu mengurangi gejala dan mencegah jaringan parut. Dokter juga dapat memberikan antibiotik oral atau topikal untuk membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat. Biasanya, antibiotik hanya digunakan untuk waktu singkat. Resistensi antibiotik dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi. Krim topikal seperti asam retinoat atau resep dengan kandungan benzoil peroksida biasanya merupakan formula yang lebih kuat dari obat over-the-counter. Krim tersebut bekerja untuk mengeringkan kulit dan mengurangi produksi minyak. Wanita dengan jerawat hormonal dapat diobati dengan pil KB atau spironolactone. Obat-obat ini bekerja dengan cara mengatur hormon penyebab jerawat. Isotretinoin (Accutane) adalah obat berbasis vitamin A yang digunakan untuk mengobati kasus-kasus tertentu dari jerawat nodular parah. Obat ini memiliki efek samping yang serius, dan hanya digunakan ketika semua pengobatan lain gagal dan harus dengan resep dokter.

Referensi:
http://www.healthline.com/symptom/acne

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peringatan! Semua artikel pada blog ini tidak ditujukan untuk menganjurkan, merekomendasikan, atau mengajak Anda mengikuti apa yang tertera pada artikel. Artikel ini murni dibuat sebagai bahan kajian dan pengetahuan saja. Terima kasih atas pengertiannya.